Aku yakin gambar di atas adalah palsu, tapi lucu juga untuk dilihat. Gambar di atas adalah petunjuk arah di lapangan terbang yang telah diubah ke dalam loghat Kelantan atau kecek Kelate, walaupun kalau kulihat sepertinya petunjuk di atas terdapat di Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur atau KLIA.
Prekso dale berarti "periksa dalam". Ini adalah terjemahan kacau dari kata bahasa Inggris "check in" (check=periksa, in=dalam). Setahuku bahasa Indonesia atau Melayu yang benar adalah "pendaftaran ulang". Kapa trebe belepah maksudnya "kapal terbang berlepas". Mestinya singkat saja "belepah" atau "pelepahe" (perlepasan). Di Indonesia "keberangkatan".
Nok tanyo gapo? artinya "Nak tanya apa?". Bahasa Melayu yang benar adalah "maklumat" atau "informasi". Sedangkan Slamak Jale maksudnya "selamat jalan". Maksudnya di viewing gallery itu orang-orang boleh mengucapkan selamat jalan kepada orang terkasih yang ada di dalam pesawat. Lapa peruk atau "lapar perut", maksudnya menyuruh orang pergi ke restoran kalau perut lapar.
Unik juga ya. Untung belum ada yang ubah gambar ini ke bahasa Betawi atau bahasa Melayu Palembang, pasti lucu juga. Silakan komentar.
Tampilkan postingan dengan label kelantan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelantan. Tampilkan semua postingan
4 Comments
Salah satu loghat Melayu yang buatku cukup unik adalah loghat Kelantan. Orang tempatan biasa menyebutnya Kecek Kelate. Loghat ini mungkin cukup asing di Indonesia, mungkin karena letaknya yang jauh di Pantai Timur Tanah Semenanjung. Tapi di Malaysia, loghat ini cukup populer dan terkadang jadi bahan olok-olokan, walaupun sukar untuk dimengerti.
Beberapa perubahan kata-kata bahasa Melayu standar ke dalam loghat Kelantan :
- Kata berakhiran -a berubah menjadi -o (sama dengan loghat Palembang atau Jambi)
Contoh : kata=kato, saya=sayo - Akhiran -an, -ang, -am berubah menjadi -e
Contoh : jangan=jange, orang=ore, selam=sele - Akhiran -ai, -au berubah menjadi -a
Contoh : limau=lima, belai=bela - Akhiran -l, -r hilang
Contoh : betul=betu, besar=besa, benar=bena - Akhiran -ah berubah menjadi -oh
Contoh : tanah=tanoh, salah=saloh - Akhiran -ak berubah menjadi -ok
Contoh : banyak=banyok, pijak=pijok - Akhiran -p dan -t berubah menjadi bunyi hamzah
Contoh : silap=sila', ikut=iku' - Akhiran -s berubah menjadi -h
Contoh : lepas=lepah, putus=putuh - Diftong "ia" berubah menjadi vokal "e"
Contoh : biasa=beso - Konsonan "mp" berubah menjadi "p" dan "nt" berubah menjadi "t"
Contoh : pantai=pata, sampai=sapa, Kelantan=Kelate
- Kawe. Ini artinya "saya", walaupun kalau diterjemahkan ke bahasa Melayu standar menjadi "kawan".
- Saing. Artinya "kawan". Kalau di bahasa Melayu standar maknanya lain.
- Pitih. Artinya "uang". Dalam bahasa Melayu standar menjadi "pitis", yaitu satuan uang. (Pitih juga ditemukan dalam bahasa Minangkabau, artinya sama)
- Lagu. Arinya "macam". Dalam bahasa Melayu standar artinya lain. (Lagu juga ditemukan dalam loghat Kedah dan Terengganu)
- Hok (yang), kemungkinan dari bahasa Thai
- Demo (kamu, kalian)
- Ghoya' (cakap, bilang)
- Gedio (apa)

