HUBAYA-HUBAYA!!! MOHON MAAF... UNTUK KALI INI, PERMINTAAN CD DAN DVD ISO LINUX TIDAK BISA DIPENUHI UNTUK SEMENTARA WAKTU... SEKIRANYA ADA KEMUNGKINAN UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN, AKAN DIUMUMKAN LEBIH LANJUT... TERIMA KASIH DAN MOHON MAAF UNTUK YANG TELAH MEMESAN ISO LINUX... HARAP MAKLUM... TABIK...
Tampilkan postingan dengan label sepak bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepak bola. Tampilkan semua postingan

Jangan Menyerah, Kawan!!!

Perhelatan Piala AFF Suzuki 2010 pun usai sudah. Hasilnya??? Malaysia menjadi juara dengan menang secara agregat 4-2 melawan Indonesia di Gelora Bung Karno, Jakarta. Tahniah untuk Malaysia.
Untuk timnas Indonesia, jangan berkecil hati dan jangan pernah menyerah. Kamu sudah tampil baik selama ini dan sudah mampu membangkitkan emosi warga Indonesia di lapangan hijau yang selama ini memang sudah lama terpendam. Kamu mampu memancarkan aura dan penyegaran baru yang selama ini tak pernah kami lihat.
Jangan menyerah, kawan. Masih ada kejuaraan lain di hadapan mata dan kita harus yakin bahwa kita akan meraih gelar sebagai juara di masa yang akan datang. AFF kali ini adalah awal dari kemajuan sepakbola kita.

Bagiku, kemenangan sejati tetap milik Indonesia. Kemenangan yang mampu menyatukan hati, pikiran, dan sanubari seluruh bangsa Indonesia untuk mendukung para pejuang mereka di rumput hijau. Jarang sekali ada satu momen di mana semua kalangan, entah itu petani, pengusaha, kaya, miskin, Islam, Kristen, Jakmania, Bonek, Interisti, Milanisti, semuanya berbaur menjadi satu dan melupakan urusan pribadinya masing-masing demi satu tujuan : mendukung timnas Indonesia.
Dan selesai pertandingan dengan kekalahan Indonesia, suporter Indonesia tetap tertib. Mereka pulang dengan menyerukan yel-yel anti rusuh dan cinta damai. Dan nama Indonesia tetap bergaung di luar stadion, walaupun dilihat dari mata di atas hidung dan di bawah dahi timnas kita sudah kalah, tapi dilihat dari mata hati, kita adalah pemenang sejati. Andai aku berada di sana, kecintaanku terhadap negara ini bisa sangat bergemuruh di dada.
Terbersit sebuah pengandaian, andaikanlah pertandingan di Liga Super Indonesia bisa seperti ini. Kumpul dengan tertib, bubar pun dengan tertib. Yang terjadi selama ini, kerusuhan dan keributan antar suporter selalu mewarnai ISL. Termasuk juga dendam kesumat antara Jakmania dan Viking, dan juga Bonek dan Aremania. Ingin aku melihat di suatu masa nanti, mereka semua bergandeng tangan dan bersatu untuk kemajuan sepakbola kita. Semoga terjadi.

Di tengah harapan tinggi atas timnas Indonesia, ada satu ganjalan yang sangat sangat mengganggu. Ya, PSSI. Syarikat ini dari dulu tidak pernah berubah. Penuh dengan intrik dan permainan yang mempermalukan. Apalagi orang-orang atasan di PSSI sana, termasuk si Ketua Umum Nurdin Halid. Mereka sudah dibutakan oleh uang dan kekuasaan.
Terlalu banyak keburukan PSSI dan orang-orangnya yang mau ditulis di sini. Satu yang paling mengemuka adalah buruknya manajemen tiket Piala AFF kali ini, sampai terjadi kericuhan dan pengrusakan stadion. Sudah begitu, harganya dibuat mahal pula. Mereka takut dibuat sederhana karena kalau sampai pembelian tiket berlangsung mudah, mereka tidak mendapat uang hasil akal-akalan penjualan tiket tersebut.
Entah setan apa yang merasuki para petinggi PSSI ini, aku pun dibuat bingung oleh mereka. Dan jangan heran, tuntutan mundur dari rakyat semakin mengemuka.
Yang pasti, sepakbola jangan sampai dimasuki kepentingan-kepentingan politik. Sepakbola harus murni sepakbola, terlepas dari berbagai persoalan apapun seperti politik, suku, atau agama. Sayang, bagi mereka yang di atas sana, intrik politik adalah segalanya.

Tapi seperti judul tulisan ini : Jangan Menyerah, Kawan!!! Masih ada masa depan yang cerah untuk Indonesia, baik itu di bidang olahraga, ekonomi, hankam, dan sebagainya. Sudah menjadi tugas kita untuk mencurahkan segenap apa yang kita punya untuk memajukan bangsa ini.

Hidup Indonesia!!! Merdeka!!!

Irfan Bachdim...

Nama ini begitu populer akhir-akhir ini, bahkan sempat menjadi trending topic di Yahoo! dan Twitter. Siapakah dia???
Dia bernama Irfan Haarys Bachdim, seorang anggota Tim Nasional Sepakbola Indonesia hasil dari naturalisasi yang dicanangkan oleh PSSI beberapa masa silam (anggota lainnya adalah Christian Gonzales). Irfan Bachdim lahir di Amsterdam, Belanda, pada tanggal 11 Agustus 1988. Ayahnya, Noval Bachdim, adalah pemain Persema Malang pada beberapa masa silam. Ibunya adalah keturunan Belanda. Jadilah Irfan Bachdim, seorang Peranakan Indonesia dan Belanda alias Indo.
Boleh dikatakan naturalisasi yang dikenakannya bukanlah naturalisasi total, karena bagaimanapun ia masih punya kewarganegaraan Republik Indonesia, dan keluarga ayahnya pun masih menetap di Indonesia. Berbeda dengan Christian Gonzales yang betul-betul "anak jati" Paraguay dan hubungan keluarga dengan orang Indonesia hanya dari istrinya.
Irfan Bachdim memulakan karirnya di dunia sepakbola di usia 11 tahun, tahun 1999, ketika ia menjadi anggota klub Ajax Junior, Belanda. Sedangkan di klub senior, karirnya bermula di klub FC Utrecht pada tahun 2008. Tahun 2009, ia ditransfer ke klub HFC Haarlem dan baru pada tahun 2010, ia memulakan karirnya di Indonesia sebagai pemain di Persema Malang, klub yang dianggotakan oleh ayahnya dulu.
Irfan sebenarnya sudah berkesempatan untuk mewakili Indonesia di johan Asian Games 2006 (Qatar), tetapi batal karena menderita cidera. Barulah pada tahun ini, di johan AFF Suzuki Cup 2010 yang mana Indonesia dan Vietnam menjadi tuan rumah, Irfan mewakili Indonesia dan bertanggung jawab menjaga marwah dan nama baik bangsa kita di atas padang rumput hijau sepakbola.
Penampilan Irfan sendiri, dalam dua pertandingan silam (Indonesia vs Malaysia, Indonesia vs Laos), cukup menawan. Ia berhasil mencetak masing-masing satu gol pada masing-masing pertandingan. Tak salah apabila pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, menurunkannya di lapangan.

Sejak bermain di AFF Suzuki Cup, namanya semakin populer. Ia menjadi trending topics di Twitter dan frasa yang paling dicari di Yahoo Web. Pengikutnya di Twitter, yang tadinya hanya 10.000 orang, kini menjadi 70.000 orang. Terlebih lagi, ia menjadi incaran para gadis karena tampan dan kacak mukanya, selain garangnya ia bermain di lapangan.
Sayang seribu sayang, wahai para gadis, ia dah punya girlfriend. Namanya Jennifer Kurniawan, seorang model di Jerman keturunan Indonesia. Walaupun Jennifer menetap di Jerman, ia justru terpikat akan Irfan di Indonesia. Siapa Jennifer??? Jennifer ialah kakak daripada Kim Jeffrey Kurniawan, seorang pemain sepakbola yang juga masuk ke dalam waiting list pemain naturalisasi untuk timnas Indonesia.

Sebagai seorang "pemegang marwah" bagi bangsa Indonesia, ia sadar bahwa ia juga harus memupuk rasa nasionalisme Indonesia dalam dirinya. Menurut beberapa sumber, ia kini tengah mempelajari lagu Indonesia Raya, lagu kebangsaan negara kita. Dari situlah terpampang kecintaannya terhadap Indonesia, selain daripada lambang Garuda yang disematkan pada jersey-nya setiap ia bertanding.
Bertuahlah Indonesia, memiliki seorang pemain cemerlang bernama Irfan Haarys Bachdim. Semoga kecintaannya pada Indonesia tidak berhenti sampai di sini, dan semoga juga performanya di padang rumput hijau tidak menurun dan tetap mampu membawa Indonesia menuju kemenangan.

Meredupnya Kejayaan Laskar Wong Kito...

Laskar Wong Kito. Demikianlah julukan tim sepakbola kebanggaanku ini. Lima tahun kuhabiskan waktu di Kota Palembang, membuatku tergila-gila dengan tim ini. Tahun-tahun sebelumnya, terutama pada saat Divisi Utama, Sriwijaya FC berjaya di posisi teratas. Bahkan SFC bisa bermain di Liga Champions Asia. Kini sepertinya kejayaan itu mulai meredup dan bisa saja tidak terulang lagi. Tapi biarlah kita harus optimis bahwa SFC mampu mengulangi kejayaannya.
Pada Liga Super musim ini, Pulau Sumatera hanya diwakili 2 tim, iaitu PSPS Pekanbaru dan Sriwijaya FC. Satu lagi tim kebanggaanku, PSMS Medan, terdegradasi ke Divisi Utama setelah kalah playoff melawan Persebaya Surabaya. Bagiku itu suatu kemunduran. Sedangkan PSPS Pekanbaru belum pernah kudengar prestasinya. Walhasil, yang kuandalkan adalah Sriwijaya FC.
Kemunduran ini mungkin saja ada kaitannya dengan pergantian Gubernur Sumatera Selatan, dari Syahrial Oesman ke gubernur yang baru, Alex Noerdin. Syahrial Oesman memang menaruh perhatian besar terhadap tim ini. Dalam beberapa kali latihan rutin, Pak Syahrial datang untuk melihat. Pak Syahrial yang juga berlaku sebagai Ketua Umum SFC pada saat itu selalu memberikan motivasi kepada para anggota tim. Gubernur yang sekarang? Wah, kurang terdengar dukungannya. Temanku bilang, beliau terlalu fokus dengan program sekolah gratis dan berobat gratis. Bahkan, dia juga bilang kalau bukan SFC saja yang meredup di bawah gubernur baru ini, tetapi seluruh Sumatera Selatan juga mulai redup. Termasuk bagaimana pemadaman bergilir mulai menghantui Kota Palembang dan sekitarnya.
Meredupnya SFC juga bisa jadi diakibatkan perpindahan pemain-pemain SFC yang boleh dikatakan andalan ke klub-klub lain, seperti Budi Sudarsono yang pindah ke Persib dan Wijay yang pindah ke PSMS. Yang penting, masih ada 3 pemain "kulit hitam" kesukaanku, iaitu Zah Rahan Krangar, Obiora, dan Keith Gumbs.
Hingga tanggal 21 November 2009, SFC berada di nomor 11. Jauh jika dibandingkan pada LSI 2008, SFC berada di nomor 5. Namun liga masih berlangsung. Kuharap SFC bisa memperbaiki penampilannya. Empat pertandingan sebelumnya, SFC dikalahkan Persiba Balikpapan dengan skor 4-0, imbang melawan PSM Makassar dengan skor 1-1, menang melawan Persitara Jakarta Utara dengan skor 3-2, dan menang melawan Pelita Jaya Purwakarta dengan skor 3-1. Hari ini (6 Desember 2009), SFC akan melawan Persijap Jepara di Stadion Jakabaring. Berjuanglah SFC, kami pendukungmu ada di belakangmu!