HUBAYA-HUBAYA!!! MOHON MAAF... UNTUK KALI INI, PERMINTAAN CD DAN DVD ISO LINUX TIDAK BISA DIPENUHI UNTUK SEMENTARA WAKTU... SEKIRANYA ADA KEMUNGKINAN UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN, AKAN DIUMUMKAN LEBIH LANJUT... TERIMA KASIH DAN MOHON MAAF UNTUK YANG TELAH MEMESAN ISO LINUX... HARAP MAKLUM... TABIK...
Tampilkan postingan dengan label komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komputer. Tampilkan semua postingan

Pindah Haluan...

Kalau kemarin-kemarin aku cerita yang aku memakai distro Ubuntu, sekarang sudah tidak lagi. Kini pilihanku jatuh pada distro lain yang menarik dan juga tidak kalah hebat dengan distro-distro lain : OpenSUSE.
Orang-orang pasti akan menganggapku aneh. Kepindahanku dari Windows ke Linux (Ubuntu) saja sudah dianggap aneh, apalagi kepindahanku yang ini. Gila mungkin. Ah, berlebihan rasanya. Orang kata aku aneh silakan, aku memang aneh. Hihihihihi.
Memang, menurut perkataan beberapa orang senior, sebaiknya kita mencoba berbagai macam distro Linux lalu memilih sendiri yang mana satu yang menurut kita cukup nyaman untuk digunakan. Tapi jangan semua lah. Distro Linux di jagat raya ini berlimpah-ruah. Hanya saja, aku sempat takut kalau-kalau komputer aku rusak karena terlalu sering berganti-ganti OS. Ternyata tidak juga. Jadi, kalau ada yang bilang komputer kita bisa rusak karena terlalu sering berganti OS, tak usah percaya.
Lagipun kita manusia sewajarnya punya rasa jenuh. Kalau pakai Ubuntu terus, rasanya tak kena. Mesti coba lagi dengan yang lain. Coba Fedora, sudah pernah, ternyata cukup sulit. Mandriva juga sudah coba. Agak mudah, tapi untuk koneksi internet agak pelik. Coba, coba, coba, dan coba, dapat juga. Pilihan jatuh ke OpenSUSE, sebuah OS buatan Jerman yang umurnya boleh dikatakan lebih tua dari Ubuntu.

Tampilan desktop OpenSUSE 11.3 KDE. Klik gambar untuk tampilan lebih besar.

Mengapa OpenSUSE, bukan yang lain??? Karena menurutku OpenSUSE ini berada pada kategori "menengah" dari berbagai macam aspek. Jumlah pengguna??? OpenSUSE tidak terlalu ramai penggunanya, tapi juga tidak terlalu sedikit. Ada yang bilang rangking ke-4 di dunia, ada juga yang bilang ke-3, ke-5, tak tahu pasti. Artinya apa??? Banyaknya pengguna biasanya berbanding lurus dengan banyaknya aplikasi yang ditawarkan untuk OS tersebut. OS yang jarang penggunanya juga akan ditawari sedikit aplikasi, dan ini jelas menyulitkan.
Tingkat kesulitan??? Tengah-tengah juga. Tak terlalu mudah, tak terlalu sulit. OpenSUSE cukup pas untuk pemula, walaupun aksesnya memang tidak semudah Ubuntu.
Kelebihan yang terutama sekali daripada OpenSUSE adalah YaST. Apa itu YaST??? YaST itu adalah sebuah administrator settings, sebuah program yang mengatur segala macam serba-serbi di dalam komputer. Boleh disamakan dengan Control Panel pada Windows. Ubuntu tak punya ini. Jadi, kita mau install program, install hardware (perangkat keras), setting internet, semua tercakup di YaST ini. Akses ke berbagai menu di YaST pun tergolong mudah.
Apa lagi kelebihannya??? Repository DVD. Macam-macam aplikasi mendasar yang kita butuhkan sudah ada di dalam DVD, misalnya aplikasi editing gambar, video, pemutar musik, dan lain-lain. Termasuk juga wvdial dan usb-modeswitch yang sangat aku butuhkan agar bisa terkoneksi melalui modem 3G yang aku punya. Kalau tidak, macam Ubuntu dulu, terpaksa pinjam modem kawan atau download di warnet. Capek deh, kata anak muda zaman sekarang.
Cuma ada sedikit yang terpaksa di-download dari internet, seperti Restricted File Formats (mp3, avi, dan kawan-kawan). Format seperti ini berlisensi, artinya tidak gratis, jadi tidak disertakan langsung dalam DVD. Tapi download gratis, tidak dipungut biaya. Yah, itulah resikonya memakai OS gratis.

DVD ISO Linux berisi file instalasi penuh, termasuk setting desktop. Ada GNOME, KDE, LXDE, dan Xfce. Yang default itu KDE. GNOME juga ada, tapi aku tidak menyarankan karena tampilannya kurang cantik dan terlalu jauh jika dibandingkan dengan GNOME pada Ubuntu atau Fedora. KDE memang cukup cantik dan membuatku jatuh hati, walaupun memang membuat kinerja PC cukup menurun. Lalu kenapa aku tak pakai Kubuntu saja??? Alah, sama saja pun dengan Ubuntu nanti.
Di mana bisa di-download??? Macam-macam tempat ada, tapi aku menyarankan di sini dan di sini. Cukup besar ISO-nya, sekitar 3 GB.
Demikianlah saja pengalamanku memakai OpenSUSE selama beberapa hari ini. Jangan lupa coba juga distro Linux yang lain. Apapun distronya, pakailah Linux, bukan yang lain!!!

Mari Memakai Linux...

Untuk pertama kalinya aku menulis di blog ini mengenai masalah komputer.
Sebenarnya aku memang sedang tergila-gila dengan Linux. Padahal baru terhitung 2 bulan memakai operating system yang gratis alias cuma-cuma ini. Tapi fitur-fitur di dalamnya memang sungguh mengesankan, walaupun memang masih ada kelemahan di sana sini. Pokoknya tidak kalah dengan Windows atau Mac, dua OS yang dianggap ternama.
Aku sendiri sangat sangat menganjurkan kita semua untuk memakai Linux. Apa pasal??? Pasal apa lagi kalau bukan gratisnya. Sekarang ini kita tahu, OS yang berbayar rentan dibajak. Kita tentunya tidak mau dicap sebagai "bangsa pembajak" kan??? Mestilah. Apalagi saat ini pemerintah, terutama Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) gencar melakukan sweeping komputer, terutama di warung internet. Sebagai jalan yang aman, kita tentu ingin memakai OS yang murah (kalau perlu tanpa biaya) tapi legal atau halal kan??? Nah, Linux menawarkan semua itu.
Memang, tidak semua pekerjaan komputer bisa dilakukan oleh Linux. Game misalnya, masih banyak yang belum support Linux, jadi harus memakai OS lain. Tapi jangan khawatir, dunia teknologi terus melaju cepat, suatu hari nanti akan tiba masanya.

Pertama kali memakai Linux
Pasti banyak yang bertanya-tanya di dalam hati, apa itu Linux??? Tapi aku yakin, pembaca blog ini tidak ada yang belum pernah dengar Linux. Semuanya sudah tahu, paling tidak sudah pernah dengar nama tersebut. Tapi aku tak ingin jelaskan panjang-panjang di sini. Silakan baca sendiri di sini : http://id.wikipedia.org/wiki/Linux (pembaca dari Malaysia boleh membaca di sini : http://ms.wikipedia.org/wiki/Linux). Aku memang bukan expert atau ahli dalam bidang ini. Aku cuma ingin berbagi pengalaman kepada para pembaca semua.
Semuanya berawal dari rasa penasaran, dan juga rasa bosan. Sebenarnya pertama kali aku mengetahui dan mencoba memakai Linux waktu aku masih SMP, sekitar tahun 2004. Waktu itu, aku ikut ekstrakurikuler yang bertajuk Computer Club di sekolah, ekstrakurikuler yang membahas tentang komputer dan seluk-beluknya, salah satunya mengenai Linux. Waktu itu, distro yang dipakai adalah Mandrake (sekarang namanya Mandriva). Tapi itu hanya bisa dicoba di komputer sekolah, tidak bisa dicoba di rumah.
Sejak itu aku tak pernah lagi bersentuhan dengan Linux. Baru 6 tahun kemudian, 2010, aku mulai makin penasaran dengan Linux, tapi tak tahu di mana mendapatkannya. Teman-temanku pun tak ada yang memakai Linux. Barulah ada seorang teman di forum yang memberi tahu seluk beluk tentang Linux, juga tentang distro yang dianjurkan untuk dipakai. Aku pun memilih Ubuntu, dan ke laman resminya, download ISO-nya (sekitar 700 MB). Kebetulan pula di rumah di Bekasi ada komputer yang sedang menganggur alias jarang dipakai. Dulu sering dipakai, tapi karena modem internetnya dipinjam sanak saudara, jadi tidak pernah dipakai lagi. Aku pun mulai memakai Linux Ubuntu di situ.
Tapi di Bandung aku tetap memakai laptop Windows Vista. Barulah pada suatu ketika aku membawa laptopku untuk diperbaiki di pusat servisnya, ternyata OS-nya memang harus diinstal lagi dengan yang baru. Daripada harus membayar sekitar Rp300.000, lebih baik aku pakai yang gratis. Jadilah aku memakai Linux di laptopku, sampai sekarang.

Pakai distro apa???
Apa itu distro??? Nah, Linux terbagi dalam beberapa operating system cabangan atau sebaran yang diberi istilah distribution atau distro.
Salah satu yang membuat bingung orang-orang yang ingin memakai Linux adalah "Distro apa yang ingin kupakai???". Tidak hanya itu, kalau kita bertanya kepada orang yang memakai distro A, dia pasti akan menyarankan untuk menggunakan distro A, begitu juga distro yang lain. Memang aku rasa terlampau banyaklah distro Linux di muka bumi ini, tapi itu justru menarik, karena memang Linux adalah operating system yang gratis dan bebas sehingga orang-orang bebas mengembangkan sendiri operating systemnya. Persaingan atau rivalry antar distro juga menjadi pemandangan yang menarik di Linux.
Senarai lengkap distro linux bisa dilihat di sini. Tapi berdasarkan distrowatch.com, distro-distro besar yang banyak digunakan orang adalah :

  • Ubuntu
  • Fedora
  • openSUSE
  • Debian
  • Mandriva
  • Linux Mint
  • PCLinuxOS
  • Slackware
  • Gentoo
  • CentOS
  • Free BSD
Dan tolong, jangan tanya aku yang mana yang paling bagus, karena bagusnya atau nyamannya distro dipakai itu berbeda-beda pada setiap orang. Tapi saat ini, yang paling banyak dipakai orang adalah Ubuntu.

Inilah Ubuntu, distro yang aku pakai untuk saat ini. Sebenarnya aku ingin mencoba distro yang lain, tapi saat ini Ubuntu cukup bagus dan optimal untuk dipakai. Ubuntu banyak menawarkan kemudahan bagi penggunanya, walaupun banyak orang berpendapat Ubuntu bukanlah yang paling mudah.
Versi terbaru Ubuntu adalah Lucid Lynx 10.04. Info lebih lanjut bisa dilihat di www.ubuntu.com

Kelebihan dan kekurangan
Berdasarkan apa yang aku rasa, Linux menawarkan kelebihan dan juga kekurangan.
Kelebihan :

  • Gratis tentunya.
  • Tampilan grafis yang menawan.
  • Tidak memakan banyak memori, sehingga prosesnya bisa berlangsung cepat.
  • Aman dari serangan virus. Saat ini, yang paling rentan diserang virus dan malware lainnya adalah Windows. Sangat sedikit hacker atau produsen virus yang berniat menyerang Linux.
  • Proses instalasi cepat.
Sedangkan kelemahannya :
  • Belum banyak aplikasi yang diciptakan untuk Linux, terutama game. Memang ada beberapa emulator atau program yang bisa menjalankan program Windows, tapi tidak terlalu bisa diharapkan.
  • Banyak program tidak dijalankan melalui GUI atau grafis, sehingga harus dijalankan melalui perintah teks (command).
  • Kalau komputer tidak terhubung dengan jaringan internet, akan susah, karena banyak aplikasi dan update Linux yang harus di-download dari internet, terutama codec untuk memainkan file musik atau video. Kecuali kalau install dari DVD (bukan CD), sudah lengkap semuanya di situ.

Masih belum mau memakai Linux???
No problemo. Aku tidak memaksa. Hanya menyarankan. Setiap manusia tentu punya selera, termasuk dalam memilih OS. Tapi aku memang menyarankan Linux agar kita memakai barang-barang yang asli dan berlisensi, jangan bajakan. Tentunya kita ingin memakai barang yang murah (atau gratis), tapi berlisensi, sehingga kita selalu dilingkupi rasa aman.

Tertarik memakai Linux???
Paket CD atau DVD instalasi bisa didownload dari berbagai macam laman internet, termasuk laman resmi setiap distro (ubuntu.com, fedoraproject.org, opensuse.org, dll). Tapi agar download berlangsung cepat, downloadlah dari jaringan web dalam negeri. Banyak laman yang menyediakannya, seperti Kambing UI dan Foss-ID.
Malas download??? No problemo. Aku bisa buatkan DVD-nya. Silakan tulis distro yang kamu mau di komentar blog ini atau kirim e-mail ke bk_pucuk@yahoo.com, dan aku kirim ke alamatmu. Tanpa dipungut biaya!!!. Saat ini aku menyediakan distro :

  • Ubuntu (10.04, DVD)
  • Fedora (13, DVD)
  • openSUSE (11.3, DVD)
  • Mandriva (2010.1, DVD)
  • CentOS (5.5, DVD)
  • Slackware (13.1, DVD)
  • Linux Mint (9, DVD)
  • Debian (5.0.5, CD)
  • PCLinuxOS (2010.7, CD)
  • MEPIS (8.5, CD)
  • Puppy Linux (5, CD)

Selamat datang di dunia Linux!!!