HUBAYA-HUBAYA!!! MOHON MAAF... UNTUK KALI INI, PERMINTAAN CD DAN DVD ISO LINUX TIDAK BISA DIPENUHI UNTUK SEMENTARA WAKTU... SEKIRANYA ADA KEMUNGKINAN UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN, AKAN DIUMUMKAN LEBIH LANJUT... TERIMA KASIH DAN MOHON MAAF UNTUK YANG TELAH MEMESAN ISO LINUX... HARAP MAKLUM... TABIK...
Tampilkan postingan dengan label kapal laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kapal laut. Tampilkan semua postingan

Dari dan ke Indonesia Tanpa Pesawat Terbang??? (Part 2)

Sebelumnya di sini aku sudah cerita tentang bagaimana kita bisa menuju ke negara-negara lain di Asia, Eropa, dan Afrika, tanpa menggunakan pesawat terbang, jadi cukup menggunakan jalan darat. Kali ini aku akan menambahkan beberapa data yang bisa menjadi panduan kamu semua untuk menuju Malaysia dan Singapura, atau sebaliknya dari sana menuju ke sini, tanpa menggunakan pesawat terbang. Dari Malaysia atau Singapura, kamu bisa menuju ke negara-negara lainnya dengan mudah, begitu juga sebaliknya.

Ternyata menurut kabar terkini, jalur ferry antara Medan dan Pulau Pinang sudah ditutup. Ini mungkin saja imbas daripada penerbangan murah antara kedua kota itu. Jadi, jalur yang sangat mungkin antara Indonesia dan Malaysia ialah :

  1. Tanjung Balai (Sumatera Utara) - Port Klang / Pelabuhan Klang (Selangor)
  2. Dumai (Riau) - Port Klang
  3. Dumai - Melaka
  4. Batam - Singapura, dan juga ke kota-kota lain seperti Johor Bahru dan Tanjung Belungkor (Johor)
  5. Tanjung Balai Karimun - Singapura, dan juga ke kota-kota lain seperti Kukup dan Batu Pahat (Johor)
  6. Tanjung Pinang - Singapura, dan juga Johor Bahru

Kapal ferry Indomal Express rute Dumai - Malaka

PO Handoyo rute Dumai - Pulau Jawa

Kapal ferry Indomal Express melayani rute Malaka - Dumai dan Port Klang - Dumai, dan memakan waktu sekitar 1 jam 45 menit. Klik di sini untuk menuju laman resminya. Di situ bisa dilihat jadual dan harganya. Sebenarnya ada juga kapal ferry langsung ke Pekanbaru, tapi berdasarkan kabar burung yang aku dengar, jalur ini sudah ditutup.
Bagaimana dari Dumai menuju kota-kota lain di Indonesia???
Bisa dengan menumpang bis atau travel. Bis atau travel ke Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau, cukup sering. Yang paling terkenal adalah Sinar Riau tapi banyak juga yang lain. Sinar Riau dan angkutan lain juga ada yang menuju Bukittinggi, Sumatera Barat, sedangkan bis ANS melayani rute Dumai - Padang dan Makmur melayani rute Dumai-Medan.
Bis yang langsung ke Jakarta atau Pulau Jawa hanya ada Handoyo dan Kurnia, sedangkan Pacitan Jaya Putra hanya sampai Pelabuhan Merak. Selain itu tidak ada, harus ke Pekanbaru dahulu. Dari Pekanbaru ke Jakarta ada beragam bis seperti Siliwangi Antar Nusa (SAN), Pahala Kencana, Sari Harum, dan Lorena. Waktu tempuh Dumai - Pekanbaru sekitar 4-5 jam, sedangkan dari Pekanbaru ke Jakarta diperkirakan sekitar 35 - 40 jam.
Alternatif lain adalah dari Dumai menuju Palembang atau Bandar Lampung dengan bis Indonesia Mulia Indah (IMI), dan dari Palembang atau Bandar Lampung bisa menumpang bis Pahala Kencana, Kramat Djati, Sari Harum, atau Laju Prima. Untuk jarak tempuhnya, aku tak tahu pasti. Aku belum survey.
Masih ada alternatif lain. Dari Dumai menumpang angkutan ke Simpang Bangko, dan dari sana bisa naik bis yang dari Medan seperti Antar Lintas Sumatera (ALS), Medan Jaya, Pelangi, PMTOH dan lainnya. Tapi harganya memang jadi lebih mahal.

Kapal ferry Batam Fast rute Singapura - Batam

KM Kelud rute Belawan (Medan) - Tanjung Balai Karimun - Sekupang (Batam) - Tanjung Priok (Jakarta)

Alternatif lain adalah dari Singapura. Dari Singapura menuju Batam atau sebaliknya, ada berbagai macam kapal ferry seperti Penguin, Batam Fast, Indo Falcon, dan lain-lainnya. Berangkat dari Singapura bisa dari Harbour Front ataupun Pelabuhan Tanah Merah, seperti yang pernah aku ceritakan. Sedangkan di Batam bersandar di Batam Center, Harbour Bay, Sekupang, atau Nongsa.
Ada juga kapal ferry dari Singapura menuju Tanjung Balai Karimun seperti Batam Fast.
Dari Batam ataupun Tanjung Balai Karimun menuju Jakarta bisa menumpang kapal KM Kelud dengan rute Belawan (Medan) - Tanjung Balai Karimun - Sekupang (Batam) - Tanjung Priok (Jakarta). Dari Batam menuju Jakarta memakan waktu sekitar 1 hari (24 jam).
Atau dari Batam menuju Dumai dengan MV Dumai Express, lalu dari Dumai bisa diteruskan naik bis. Dari Batam juga bisa menumpang kapal ferry ke Pekanbaru, Kuala Tungkal (Jambi), dan Palembang, tapi infonya belum pasti.

Alternatif lain, dari Singapura menuju Tanjung Pinang. Dari Tanjung Pinang, lebih tepatnya Pelabuhan Kijang, menuju Jakarta bisa menumpang KM Umsini (rute Kijang - Tanjung Priok), KM Sirimau (Kijang - Belinyu (Bangka) - Tanjung Priok), atau KM Bukit Raya (Kijang - Belinyu - Tanjung Priok). Memakan waktu sekitar satu hari lebih 5 jam.
Kalau ingin menghindari Singapura, kamu juga bisa dari kota-kota di Malaysia seperti Johor Bahru atau Tanjung Belungkor menuju Batam, Karimun, atau Tanjung Pinang.

Tulisan ini sekadar referensi bagi kamu yang ingin mencoba sensasi baru melancong ke negara lain, menghindari pesawat terbang. Aku sudah memaparkan alasan mengurangi pemakaian jasa pesawat terbang di postingan sebelumnya. Kalau kamu mau mencoba, silakan.
Kalau bukan karena terpaksa atau kejar waktu, sebaiknya hindari penggunaan pesawat terbang. Cobalah moda transportasi lain seperti kapal laut, bis, atau kereta api. Dan pastinya, jadinya Jembatan Selat Sunda dan Jembatan Selat Malaka di masa depan nanti (entah kapan) bisa memudahkan kita melakukan perjalanan lintas negara tanpa pesawat terbang, untuk bumi yang lebih hijau, segar, dan asri.

Postingan ini akan selalu diupdate sesuai info yang aku dapatkan. Kalau ada yang dapat info lebih lanjut, atau mungkin ada yang kurang jelas, silakan tinggalkan komentar. Terima kasih.

Bisakah dari dan ke Indonesia Tanpa Pesawat Terbang???

Jalur kereta api Asia Tenggara dan China. Bisakah dari sini menuju Indonesia???

Postingan ini masih ada kena mengena dengan postingan ini. Jadi aku sudah cerita, di blog kawan kita yang bernama Helmut Uttenthaler itu, aku meninggalkan komentar singkat yang isinya mengajak dia untuk datang ke Indonesia dengan naik kereta api dari negaranya, Austria, ke negara ini. Karena dia penyenang kereta api, maka aku mengajaknya naik kereta api, bukan pesawat terbang.

Pertanyaannya, bisa kah???

Ternyata jawabannya BISA. Tapi tak mudah, agak susah sedikit.
Begini rute perjalanannya :

  1. Dari kota manapun di Eropa ke Moskow. Ini macam-macam rutenya.
  2. Dari Moscow lalu naik kereta api lewat jalur Trans-Siberian Railway menuju Beijing. Perjalanan ini sekitar satu minggu.
  3. Dari Beijing lalu menuju Hanoi dengan kereta api langsung. Perjalanan ini sekitar 3 hari 2 malam.
  4. Dari Hanoi, bisa naik bis ke Vientiane (satu hari), atau lanjut naik kereta api ke Ho Chi Minh dan dari Ho Chi Minh naik bis ke Phnom Penh lalu ke Bangkok. Memang sangat disayangkan tidak ada jalur kereta api di Kamboja dan Laos, sehingga terpaksa untuk melewati kedua negara itu menuju Thailand harus naik bis.
  5. Dari Vientiane naik kereta api langsung menuju Bangkok.
  6. Dari Bangkok bisa langsung naik kereta api menuju Singapura, lalu dari Singapura menuju Batam dengan kapal ferry. Tapi sayangnya, dari Batam ke kota lain sepertinya harus dengan kapal terbang, kecuali memang ada kapal laut langsung. Sepertinya ada kapal Pelni yang ke sana.
  7. Alternatif lain, dari Bangkok ke Kuala Lumpur, lalu dari Kuala Lumpur naik kereta api ke Tampin, Melaka. Dari Tampin menuju Bandar Melaka harus naik bis atau taksi, lalu dari Melaka bisa menyeberang dengan kapal ferry menuju Dumai, Riau. Dari Dumai ke mana-mana tempat bisa naik bis.
  8. Alternatif lain lagi, lewat Pulau Pinang. Jadi dari Bangkok turun di Butterworth, lalu naik bis ke Georgetown (Pulau Pinang) dan dari sana naik kapal ferry menuju Medan, Sumatera Utara.
Ada satu laman yang bisa membantu, seat61.com. Laman ini menjelaskan berbagai informasi untuk melancong ke berbagai tempat di belahan dunia tanpa naik pesawat terbang. Jadi bisa naik bis, kapal ferry, atau kereta api. Tapi tidak semua negara, dalam artian ya memang ada beberapa negara yang untuk menuju ke sana terpaksa harus naik kapal terbang.
Di situ juga dijelaskan alasan-alasan untuk tidak memakai pesawat terbang dan memilih menggunakan moda transportasi lain. Penjelasannya bisa dibaca di sini. Ternyata perbandingan emisi CO2 yang dihasilkan antara kapal terbang dengan moda transportasi lain memang cukup jauh.
Di luar itu, banyak yang bisa kita nikmati dengan perjalanan tanpa pesawat terbang ini. Terutama pemandangannya, masyarakatnya, dan nyamannya tidur nyenyak di dalam kereta api. Di dalam pesawat terbang, sudah hanya bisa tidur di tempat duduk (kecuali 1st class), cuma bisa melihat-lihat awan, banyak pula batasannya. Memang kelebihan kapal terbang adalah waktu tempuhnya yang cepat, tapi kalau sedang tidak terburu-buru, sebaiknya gunakanlah moda transportasi lain seperti kapal laut atau kereta api misalnya.

Adanya Jembatan Selat Malaka mampu mempermudah akses tanpa kapal terbang menuju Indonesia

Perjalanan tanpa kapal terbang ini nantinya bisa semakin dimudahkan apabila Jembatan Selat Malaka sudah selesai dibangun. Nantinya akan membuka akses darat langsung dari Pulau Sumatera menuju Tanah Semenanjung. Tapi mungkin baru beberapa tahun lagi mulai dibangun, karena pembangunan ini memakan biaya tidak sedikit. Ditambah lagi pemerintah kita akan lebih fokus untuk pembangunan Jembatan Selat Sunda daripada jembatan ini.
Nah, masalahnya selain biaya, tentunya kesiapan infrastruktur di Indonesia juga harus jadi bahan pertimbangan. Kita berharap, sebelum JSM jadi, jalan di daerah Sumatera sudah harus mulus. Tapi selain itu, sebaiknya pemerintah kita juga membangun jalur kereta api menuju Pulau Sumatera sehingga bisa langsung naik kereta api dari sini ke negara lain.
Kereta api itulah yang penting, karena bisa menjadi alternatif rute ekspor impor negara kita. Selain itu juga kan kendaraan pribadi atau kendaraan jalan raya juga merupakan sesuatu hal yang harus dihindari untuk menjaga kebersihan lingkungan kita. Naik mobil sendiri pun selain menghasilkan polusi, juga bukan hal yang menyenangkan untuk berjalan-jalan karena harus menyetir sendiri, kecuali kamu memang menyukainya.
Tapi tanpa jembatan itu pun, pada intinya sudah bisa ke negara kita atau dari negara kita ke negara lain, termasuk ke Eropa, tanpa naik kapal terbang. Silakan nikmati kalau kamu memang ingin menikmatinya. Suatu hari nanti aku mau mencoba.